Media Implementasi Jaringan

Jumat, 5 Februari 2021

Disusun oleh : Fahri Rahmat Fadillah


Pengertian Implementasi Jaringan

Pengertian Jaringan Komputer adalah kumpulan komputer yang berkomunikasi satu sama lain melalui media jaringan, dua komputer atau lebih yang terhubung. Ketika komputer tergabung dalam jaringan, orang dapat berbagi file dan perangkat seperti modem, printer, harddisk penyimpanan, atau CD-ROM drive. Mungkin beberapa dari Anda (dulunya) berbagi file antara komputer menggunakan USB Flashdisk atau memory card, tapi dalam jaringan memungkinkan Anda untuk berbagi file lebih cepat, lebih nyaman, lebih efesien dan efektif.

merupakan media yang membahas tentang media tentang macam-macam yang biasa untuk membangun jaringan komputer yang terutama pada media kabel.

Media Kabel


1. Kabel Twisted Pair (Shielded Twisted Pair & Unshielded Twisted Pair)

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Jenis-jenis Media Implementasi
Kabel STP (Shielded Twisted Pair


Sumber: https://www.google.com 


Menurut Bagus Prasetyo Kabel Twisted Pair adalah kabel yang dibagi menjadi 2 macam yaitu shielded dan unshielded yang tidak mempunyail selubung pembungkus. Kabel ini terdiri dari 2 atau 4 bahkan lebih pasangan kabel, kabel ini merupakan kabel yang di twist satu sama lain yang bertujuan untuk mengurangi interferensi listrik, kabel ini bisa melewat signal 10-100 Mbps, twisted pair ini hanya menangani satu Chanel data, biasanya koneksi ini memakai RJ-11 atau RJ-45, kabel STP lebih tahan interferensi daripada kabel UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan 100 Mbps namun lebih sulit untuk ditangani secara fisfik.

2. Kabel coaxial 


Sumber: http://abhelevitov.blogspot.com


Menurut Abhe Levitov kabel coaxial merupakan suatu jenis kabel yang yang menggunakan 2 buah konduktor yang biasa digunakan untuk bandwith yang tinggi. Kabel coaxial yang paling populer di gunakan pada Local Area Network (LAN). Kabel ini memiliki Bandwith yang lebar sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel). Macam-macam kabel coaxial adalah kabel TV, Thick, ARCnet, dan thin coax.

Thick Coaxial dikenal dengan 10base5, kabel ini biasanya digunakan backbon pada installasi ethernet jaringan antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secara fisik karena tidak fleksibel dan berat.

Thin Coaxial dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10base2, dan thinnet. Kabel ini digunakan untuk jaringan antar workstation dan juga dapat mengimplementasikan topologi bus dan topologi ring. Karena kabel ini sangat mudah ditanggani oleh fisik.

3. Fiber optic

Jenis-jenis Media Implementasi


    Jenis-jenis Media Implementasi

    Jenis-jenis Media Implementasi
Jenis-jenis Media Implementasi

Sumber: https://www.google.com 

Menurut Adham Baihaqi fiber optic adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca yang sangat halus dan digunakan sebagai media transmisi karena dapat  menstransmisikan suatu sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan yang tinggi. Kabel ini sangat mahal dan mempunyai bandwith yang sangat lebar, kabel ini tidak ada resistansi dan loss dan tidak mudah terganggu dengan cuaca dan panas kabel ini merupakan kabel utama di masa depan.


Media Tanpa Kabel

4. Wireless

Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transminya untuk menghantarkan elektromagnetik. Kabel ini mudah untuk melakukan installasi dan setiap workstation berhubungan dengan hub atau consentrator melalui gelombang radio atau infra merah. 

a. Protokol Wireless

  1. 802.11
    Pada Tahun 1997, IEEE menciptakan standar wireless yang pertama bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang dinamakan 802.11. Namun standar ini hanya mendukung bandwidth jaringan maksimal 2 Mbps, terlalu kecil untuk komunikasi jaringan pada saat ini. Oleh karena itu perangkat wireless dengan standar ini tidak diproduksi lagi.
  2. 802.11b
    Generasi ke-1 dari standar Wifi yang populer digunakan. IEEE menciptakan standar lanjutan yang dinamakan 802.11b pada tahun 1999 mendukung bandwidth mencapai 11 Mbps. Masih bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Vendor perangkat elektronik pada umumnya lebih memilih menggunakan frekuensi ini dikarenakan dapat menekan biaya produksi. Seperti yang diketahui, frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi radio yang tidak diatur sehingga dapat menimbulkan gangguan dari perangkat elektronik lainnya seperti microwave, televisi dan perangkat lainnya yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan mengatur jarak antar perangkat elektronik sehingga tidak menimbulkan gangguan atau interferensi.
    Router yang hanya menggunakan standar 802.11b ini juga sudah tidak diproduksi lagi. Namun beberapa router baru masih mendukung standar ini. Standar ini, secara teoritis mendukung bandwidth data mencapai 11 Mbps dan jangkauan sinyal mencapai sekitar 150 kaki (+-45 Meter).
  3. 802.11a
    Generasi ke-2 dari standar Wifi yang populer digunakan. Saat standar 802.11b sedang dikembangkan, IEEE membuat ekstensi untuk standar 802.11 yang dinamakan 802.11a. Standar ini diciptakan pada saat yang bersamaan dengan standar 802.11b. Standar ini sudah mendukung bandwidth data mencapai 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 5 GHz (semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek jangkauan sinyal). Dikarenakan berjalan pada frekuensi yang bebeda dengan standar 802.11b, kedua teknologi ini tidak kompatible satu sama lain. Beberapa vendor menawarkan perangkat jaringan hybrid 802.11a/b. Namun perangkat tersebut hanya dapat menjalankan satu standar pada satu waktu
  4. 802.11g
    Generasi ke-3 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar ini diciptakan pada tahun 2002 dengan menggabungkan kelebihan masing masing standar 802.11a dan 802.11b. Standar ini mendukung bandwidth 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang berarti memiliki jangkauan sinyal yang luas. Perangkat dengan network adapter yang mengadopsi standar ini juga kompatibel dengan standar 802.11b begitu juga sebaliknya.
  5. 802.11n
    Generasi ke-4 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar 802.11n sering dikenal dengan sebutan Wireless-N diciptakan untuk memperbaiki standar 802.11g dalam hal jumlah bandwidth yang didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal wireless dan antena (disebut dengan teknologi MIMO, Multiple in Multiple out). IEEE meresmikan standar ini pada tahun 2009 dengan spesifikasi menyediakan bandwidth sampai 300 Mbps. Standar ini juga menawarkan jangkauan sinyal yang lebih baik dibandingkan standar wireless sebelumnya serta memiliki kompabilitas dengan perangkat yang memiliki standar 802.11b/g. Standar wireless ini beroperasi 2 frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5GHz
  6. 802.11ac
    Generasi ke-5 dari standar Wifi yang populer digunakan. Memanfaatkan teknologi wireless dual band mendukung koneksi secara bersamaan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Menawarkan kompabilitas dengan standar 802.11b/g/n serta mendukung bandwidth mencapai 1300Mbps pada frekuensi 5 GHz ditambah 450Mbps pada frekuensi 2,4 GHz
  7. 802.11ax
    Generasi ke-6 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar 802.11ax, atau yang dikenal dengan Wi-Fi 6 merupakan standar yang memiliki kemampuan 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan 802.11ac. Kecepatan yang dimiliki oleh 802.11ax ini adalah mampu mencapai 10,53 Gbps atau sekitar 1,4 GB/s untuk mengirimkan data. Standar ini menggunakan frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz dengan teknologi MIMO dan juga mendukung MU-MIMO. Rencananya akan disiapkan untuk standar Wi-Fi perangkat mobile atau smartphone pada tahun 2019.
b. Frekuensi Wireless

    1. 2,4 GHz

Frekuensi 2.4 GHZ (2400 MHz) adalah Frekuensi atau sinyal yang sudah sejak lama kita gunakan pada umumnya. Dengan usia yang sudag sangat lama, gelombang ini adalah ‘area bebas’ dimana nyaris semua perangkat wireless memakai frekuensi ini. Contoh umumnya seperti pada perngkat remote control TV, remote control mainan, remote alarm mobil, bluetooth, dan router wi-fi salah satunya.

Sinyal frekuensi 2.4 GHz mempunyai daya cakupan yang lebih luas dan sinyal yang lebih kuat, tetapi frekuensi ini sudah terlalu banyak penggunanya sehingga kadang menyebabkan gangguan. Apabila koneksi sinyal wi-fi anda memerlukan kedua kondisi diatas (sinyal yang kuat dan jangkauan yang jauh) misalkan berbeda ruangan (komputer/laptop di kamar tidur dengan hotspot wi-fi di ruang tamu) maka sebaiknya anda menggunakan Frekuensi 2.4 GHz.

    2. 5,8 GHz

Gelombang 5 GHz adalah teknologi yang lebih baru sebagai jawaban terhadap banyaknya pemakain frekuensi 2.4 GHz. Selain itu saat ini perangkat yang telah mendukung frekuensi ini masih belum sebanyak perangkat yang memakai Frekuensi 2.4 GHz. Tetapi frekuensi yang lebih kuat ini mempunyai kekurangan di daya cakupan yang lebih pendek.

Bilamana sambungan wi-fi anda lebih langsung mengarah seperti tidak terhalang bangunan dinding atau lantai, atau layaknya wireless mi-fi (mobile wi-fi) yang bisa dibawa kemana mana dan selalu ada di dekat perangkat yang memerlukannya, akan lebih bagus apabila anda memakai sinyal 5 GHz.



Daftar Pusaka :

____. 2016. Pengertian Implementasi

Jaringanhttp://blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/03/24/pengertian-implementasi-dasar-jaringan-komputer/ diakses pada 5 Februari 2021 pukul 14.05

Zain, Muchirotul Mudricka. 2019. Media Implementasi Jaringan 

https://machirotulmudrickazain03.blogspot.com/2019/09/media-implementasi-jarsmmingman.html diakses pada 5 Februari 2021 pukul 14.14

____. 2016. Protokol Wireless

https://www.nusa.net.id/blog/article/standar-protokol-jaringan-wireless-ieee-802-11/ diakses pada 6 Februari 2021 pukul 11.55

____. ____. Frekuensi Wireless

https://blog.dimensidata.com/perbedaan-frekuensi-wifi-2-4-ghz-dan-5ghz-serta-kelebihannya/ diakses pada 6 Februari 2021 pukul 11.59


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lisensi dan Level Mikrotik CHR

Jenis - jenis Mikrotik